13.59

Kekuatan Pikiran1...


Kekuatan Pikiran1…
Oleh : Andrie K Wardana

Siang yang terik ternyata tidak melunturkan semangat para peserta Jambore Kelompok Sasaran (Jampoksar) PPK-IPM Provinsi Jawa Barat Tahun 2009 untuk menunjukan kemampuan, keberanian dan kekuatan mental serta kenekatan dalam sesi kegiatan outbound, satu hal yang pasti adalah dukungan kondisi alam yang sangat bersahabat, tingginya pohon-pohon pinus yang dengan congkak menengadah menantang langit telah menyaring panasnya radiasi sinar matahari sehingga tidak kuasa menyentuh kulit para peserta tetapi hanya sesekali saja dan itupun ditingkahi oleh semilir angin pegunungan yang sejuk dan mempesona.

Gambar diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/tangan

Memang meskipun Sangkuriang dengan marah menendang perahu yang telah dibuatnya sehingga terbalik karena kehabisan waktu demi memenuhi syarat yang diajukan seorang Dayang Sumbi, seorang wanita yang mempesonanya, ingin menikahinya dan sekaligus ternyata adalah ibu kandungnya sendiri tetapi sekarang perahu terbalik telah menjelma menjadi sebuah gunung yang terkenal dengan eksotisme dan kekayaan alamnya serta dikaki gunung inilah tepatnya di daerah Cikole Lembang, para peserta jampoksar menikmati indahnya alam karunia Tuhan dalam balutan kebersamaan untuk berbaur, berbagi dan berkembang bersama.

Suara instruktur yang serak-serak kencang terasa membahana membelah keheningan alam untuk mengucap untaian kata petunjuk dan arahan agar peserta paham dalam berbuat, bertindak dan bertingkah laku termasuk menuruti setiap kata yang diucapkan sang instruktur. Diawali dengan memejamkan mata, merapatkan kedua belah tangan seakan bersiap untuk bersalaman dan mengatur nafas seringan mungkin agar seirama dengan detak jantung masing-masing dan harmoni kehidupan sedang berpacu.
Tapi ternyata ada juga peserta yang tidak penuh memejamkan mata, meletet (bahasa sunda) alias mata terbuka sedikit untuk mengamati situasi dan akibatnya konsentrasi buyar serta malu karena ternyata instruktur dan panitia sedang memandang disekelilingnya dengan tatapan gemas dihiasi senyum simpul.. ada ada aja.

Petunjuk selanjutnya adalah dengan tetap memejamkan mata, rasakan bahwa setiap jari tangan kanan dengan jari tangan kiri apakah memiliki ukurannya sama atau tidak?... pasti jawabannya beraneka karena manusia dilahirkan ke dunia hakikatnya adalah berbeda termasuk kembar identik sekalipun, itulah tanda dari kekuasaan Allah Subhanahu Wataala. Maka pada saat ditanyakan oleh instruktur jawabannya hanya 3 yaitu ; sama, lebih panjang dan lebih pendek. Lalu para peserta diminta menutup mata kembali dan sekarang letakan tangan kanan di dada kiri dan tangan kiri memegang perut masing-masing, jangan perut orang lain nanti ada yang marah lho.. atau malah senang?.. entahlah.

Peserta dengan ikhlas mengikuti perintah instruktur meskipun tentunya diliputi dengan rasa kepenasaran atau malah kejengkelan karena belum tahu maksud dan tujuan dari berbagai perintah tersebut. Konsentrasikan pikiran hanya pada satu titik dan lupakan semua permasalahan yang ada serta resapi suasana alam yang menyelimuti dan mengasah asa untuk bersama dan mulailah berkonstrasi penuh serta membayangkan bahwa jari tangan kanan menjadi lebih panjang dari jari tangan kiri dan yakini hal itu. Lalu kembalikan posisi telapak tangan kembali beradu seperti akan bersalaman dan pertahankan posisi tersebut sampai beberapa saat, semua peserta berkonsentrasi.

Tibalah saatnya membuka mata dengan tetap posisi terakhir dan apa yang terjadi?... terdapat ekspresi keheranan dari beberapa peserta karena ternyata jari-jari tangan kanannya telah berubah lebih panjang sedikit dibanding jari-jari tangan kiri… luar biasa. Tetapi ada juga peserta yang berwajah bingung karena jari-jari tangannya tetap saja seperti semula tidak berubah, tidak memanjang atau memendek… dan dia berucap pada temannya : “ tadi nggak bisa konsentrasi euy, mikirin hutang…” dan temannya tersenyum simpul. Ternyata hampir setengahnya dari peserta yang merasakan ada perubahan ukuran jari tangan dari sebelumnya dan sisanya tidak merasakan perubahan serta ada juga peserta yang tidak tahu mengapa yang lain sibuk dengan jari tangan..? ini mungkin golongan yang terlalu berkonsentrasi sehingga yang lain konsentrasi untuk jari tangan yang ini konsentrasi untuk tidur sesaat… ha ha ha ha (versi alm mbah surip... I love U full)

Hikmah dari permainan atau kegiatan ini adalah tentang proses kekuatan pikiran (mind process), yang ternyata sangat hebat. Hanya dengan meluangkan waktu beberapa saat dengan konsentrasi ternyata dapat mengubah ukuran jari masing-masing dan rahasianya adalah konsentrasi berserah diri kepada Sang Maha Pencipta melalui suasana alam dan keheningan yang tentunya tidak mudah dilakukan tanpa niat ikhlas serta kerendahan hati …. Kuncinya adalah konsentrasi…konsentrasi dan konsentrasi. Berarti sangat berharga pikiran kita karena mampu mengontrol semua hubungan antar dan atau anggota badan di tubuh kita selama kita mampu berkonsentrasi dengan sempurna. Seorang peserta bertanya: ”berarti dengan kekuatan pikiran kita bisa memanjangkang anggota tubuh kita yang lain donk?... dan jawaban dari instruktur adalah :”bisa”. Maka sorak sorak peserta kembali bergema karena ternyata pertanyaan itu agak menyerempet kepada anggota tubuh yang memang memiliki sifat memanjang dan memendek... udah ah jangan diperbuas… eh diperluas.

Demikianlah sesi awal kekuatan pikiran telah memberi makna bagi para peserta jampoksar yang kembali bersiap untuk mengikuti pengalaman lain yang tidak kalah menariknya.

21.02

I Don't Like Monday


I don’t like Monday…

gambar diambil dari http://www.freakingnews.com/Clocks-Pictures--1486-0.asp

Senin pagi langsung bersentuhan dengan sapaan ‘ I don’t like Monday’, terdapat nada provokasi yang membuat suatu terkaman keengganan bagi mental yang mudah terbawa oleh situasi. Kenapa sich hari senin begitu banyak yang tidak menyukai atau lebih parah lagi membencinya?.... padahal khan kalo kita hitung dan bandingkan dengan dosa kita maka sudah pasti si senin ini menang karena dosa kita lebih banyak,
dan pertanyaannya : dosa apa yang diperbuat si senin sehingga begitu banyak pihak yang tidak menyukainya atau malah membencinya?.......

Pertama, seorang teman mengatakan bahwa betapa malasnya kita mengahadapi hari senin setelah menikmati weekend dari hari sabtu dan minggu karena harus kembali berjuang meninggalkan anak istri untuk pergi bekerja diluar kota, harus bangun pagi, harus menyetir cukup lama dihadang oleh kemacetan yang menggurita, ditambah tugas pekerjaan yang menggila plus perangai bos yang nyebelin dan suka marah-marah tanpa sebab maka lengkap sudah penderitaan.

Kedua, senin pagi merupakan awal perjalanan panjang menuju jum’at dengan berbagai tekanan yang hinggap baik dari rekan kerja, pimpinan dan target pemasaran yang begitu ketat sehingga seakan bernafaspun sulit karena terhimpit oleh ketegangan yang silih berganti dan saling menguatkan serta suasana kerja yang menjenuhkan.

Ketiga, nah teman ini tanpa alasan tapi mengikuti prinsip bahwa hari senin itu sangat tidak ia sukai, dan alasan yang paling sederhana adalah.. kalo kata banyak orang ‘ I don’t like Monday’ ya ikut aja?..... haaaah? Hanya begitu?... iya jawabnya dan setelah diselidiki lebih lanjut karena ia memang seorang pengangguran sejati dan korban dari prinsip yang dianggap tepat karena dianut oleh banyak orang.

Ternyata dari tiga contoh sederhana tersebut terdapat beberapa kelompok manusia dihubungkan dengan prinsip umum yang ada dalam kehidupan masyarakat. Kelompok yang pertama adalah kelompok yang merasa senasib dan tepat dengan ungkapan prinsip tersebut, artinya banyak orang tidak menyukai hari senin karena akan kembali terhimpit oleh berbagai ketegangan dan kelelahan karena target pekerjaan dan berbagai kompleksitasnya. Kelompok kedua adalah follower alias pengikut dan ikut-ikutan,ini kelompok yang sebetulnya tidak punya prinsip sehingga menganggap bahwa prinsip yang benar itu adalah yang dianut oleh banyak orang, padahal belum tentu menurut orang banyak itu benar adalah benar untuk individu yang lain karena ada sisi sifat universal bagi sebuah prinsip…. Kok Jadi serius yawww….

Kelompok kedua ini merupakan gejala umum saat ini yaitu latah/ikut-ikutan yang ternyata diidap oleh banyak warga Negara Indonesia dan tidak hanya rkyat jelata tetapi semua strata masyarakat termasuk elit politik dan pejabat pemerintahan. Hal ini menjadi sangat berkembang karena dukungan media elektronik dan media cetak yang mengembor-gemborkan berbagai istilah dan pada akhirnya menjadi jargon serta prinsip bagi suatu kelompok dan diikuti oleh sebagian masyarakat, seperti contoh ungkapan ‘ I don’t like Monday’.

Padahal di dunia periklanan, kalimat ‘ I don’t like Monday’ ini yang dapat meningkatkan penjualan beberapa produk perusahaan tertentu dan menjadi tagline dari produk tersebut . berarti ‘ I don’t like Monday’ itu menyenangkan karena menghasilkan materi bagi kelompok yang lain. Maka kata kunci pembelajarannya adalah bagaimana kita mengubah permasalahan menjadi peluang, dalam aplikasinya biarkan sang Monday tetap datang dan berlalu tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita mengisi, menikmati dan memanfaatkannya untuk keberhasilan kita.

Salah satu caranya adalah niat untuk meraih rahmat Sang Pencipta sehingga apa yang dikerjakan pada senin pagi ini menjadi bagian dari ibadah kita. Gunakan waktu seefektif mungkin dan kerjakan sesuai tugas fungsi kita serta yang terakhir buatlah aktifitas senin pagi ini menjadi menyenangkan dan jangan lupa beristirahat sejenak untuk memberi nafas segar bagi jiwa dengan senyum seimbang serta sapa persahabatan kepada rekan sekerja…

Selamat menikmati sang senin yang ceria…

08.44

One Stop SSEC


One Stop Shopping-Sport-Entertainment-Culiner (OSSSEC)
Oleh : Andrie

Minggu pagi yang cerah tersenyum kepada semua mahluk yang sedang menikmati hangatnya mentari pagi. Hilir mudik pejalan kaki terdengar silih berganti , gelak tawa dari anak kecil hingga orang dewasa dengan tujuan utama adalah menikmati hari libur, dan
lokasi yang dituju oleh orang banyak adalah suatu tempat di samping jalan tol yang merupakan tempat yang dengan konsep ‘one stop shopping-sport-entertaint-dll’. Seolah menjadi mall terbesar di Kota Cimahi dengan kelengkapan tingkat tinggi dari mulai sayuran segar hingga dealer motor dan mobil yang menawarkan aneka merk dan tipe kendaraan terbaru dengan berbagai bonus yang menarik. Yang paling menarik tentu dari aneka jumlah barang dagangan yang sangat banyak dengan harga sangat terjangkau dan tentunya masih ada rumus tawar menawar yang merupakan sifat kodrati manusia dengan jenis kelamin perempuan dan sedikit ‘laki-laki’ yang hobbi nawar...

Trus dari sarana olahraga terbilang sangat lengkap, ada lapangan dilengkapi 5 lintasan untuk lari marathon, atau sekedar jogging sambil pedekate (baca : pendekatan) atau kalau mau lebih seru bisa juga melakukan lari berantai alias lari estafet bukan lari pake rantai he.. he he. Didepan terdapat tribun yang megah dan menjulang seakan menaungi sisi kanan jalan tol padaleunyi dan disitu terdengar music aeobik yang enerjik dipimpin oleh instruktur yang good looking dan eye catching sehingga mengajak dan memaksa pengunjung untuk sekedar bergoyang atau mengikuti secara serius gerakan aerobic yang menghentak dan sedikit rumit.

Disebelah kanan depan sejumlah orang bermain badminton sementara kearah timur maka terdengar berkecipak air kolam renang yang menjadi pilihan olahraga favorit di tempat ini dengan tiket harga masuk yang terjangkau.

Dunia entertainment tidak kalah menghentak di pagi hari ini, jika diamati terdapat empat pertunjukan di empat titik yang berbeda dan semuanya menarik minat pengunjung untuk sekedar tersenyum melihat acting dari para artis yang sedang tampil diiringi music khas yang sangat menghibur. Dominasi penonton tidak hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak padahal banyak adegan yang ditampilkan agak kurang sopan seperti mengganti pakaian sang artis seenaknya didepan pengunjung dan terlihat bangga manakala pengunjung bersorak menikmati sajian gerakan erotisnya… luar biasa, dan manakala pertunjukan usai maka bayarannya dilakukan secara sukarela dn langsung diberikan kepada sang artis yang senantiasa ceria melihat antusiasme penonton.. itulah hiburan doger monyet, sebuah hiburan khas priangan yang menyajikan kolaborasi dua mahluk tuhan yang berbeda tetapi agak mirip. Gambar artis diambil dari http://rahard.wordpress.com.

Hiburan lainnya yang menarik adalah odong-odong, bentuk odong-odong bermacam-macam, ada yang berbentuk mobil, pesawat, kuda, motor bahkan ada odong-odong yang dibentuk menyerupai bianglala (permainan di dunia fantasi, Ancol). Semuanya tentu ukuran mungil, bukan ukuran sebenarnya.
Setiap becak biasanya memiliki empat buah mainan. Untuk menggerakkan masing-masing tunggangan, odong-odong memanfaatkan dinamo sebagai tenaga penggerak. Tukang odong-odong harus mengayuh becaknya untuk memutar dinamo. Semakin banyak bocah yang naik maka sang tukang harus ekstra energi untuk mengayuh pedal. Konsepnya hampir mirip dinamo pada sepeda ontel. Bedanya pada odong-odong sang tukang bisa mengayuh tanpa perlu melajukan becaknya…. Yach jadi serius euy.

Kembali ke niat maka begitu banyak kelengkapan entertainment disini didukung oleh wisata kuliner yang sangat banyak seperti basreng, cireng,gado-gado, lotek, karedok baso, mie ayam, kupat tahu, ketoprak, mpek-mpek, bubur ayam, bubur lemu, BKC (bubur kacang ijo), nasi padang, batagor, cilok, bandrek, cingcau, bajigur, kelepon, nasi rames, nasi goring, nasi ruwet, pikda (kiripik lada)/kiripik setan, lomie, susu kedelai, tahu gejrot, donat, cake, sate ayam-kambing-sapi-kelinci, soto ayam-madura-jakarta-bandung via tol cipularang -sulung-bening, gule kambing-sapi, goreng gurame baby, tutut, tape ketan, es dawet, es goyobod, es kelapa, es campur sampai es mambo dan es kado bercampur tumpah ruah dengan pola penempatan yang acak sehingga kita bias sambil jogging sambil dengerin music aerobic plus pesan soto ayam sebagai pengganjal perut dan tidak lupa juga melirik celana panjang dengan harga sepuluh ribu sampai duapuluh ribu rupiah dari para pedagang’cimol’.

Toilet sangat banyak dan memanjang, jadi tidak usah takut kebelet trus ngantri lama karena jelas sepanjang ujung selatan yang berbatasan dengan jalan tol terdapat sungai kecil untuk kencing dan…. Hahahaha sorry memang sungai kok dan banyak yang menggunakan untuk buang air dan buang sesuatu…

Data terakhir yang tersaji tentu alamat tempat tersebut secara lengkap :
Pasar Minggu Lapangan Brigade Infantri CImahi… kalo pas lewat tol setelah interchange cimahi baros nengok aja ke kanan… ada patung pahlawan dan ada lapangan besar dengan tribun… nah disitulah OSSSEC.

Selamat berkunjung…

01.04

Panas di hari Jum'at


Panas di hari Jum’at
Oleh ; Andrie K Wardana

Seorang anak manusia masih termangu dan merasakan bahwa rasa lelah masih tersisa di badan dan jiwanya setelah empat hari yang lalu meniti jalan dan meraih pengalaman serta rejeki diluar kota kembang dalam balutan formal kedinasan. Tetapi show must go on.. sehingga dengan tertatih dan aura kemalasan tetap saja menyeret sepasang kaki menuju tempat pemandian, lantas menyambut segayung air agar tertumpah di badan dan
membiarkan meresap membuka lubang pori-pori yang tersenyum ketakutan dalam dekapan dinginnya dini hari.

Setelah bersentuhan dengan air, secara serentak seluruh sendi terdiam dan ternganga seakan tak percaya bahwa waktu untuk relaks telah sirna tergantikan oleh semangat kesegaran baru untuk melanjutkan kehidupan dengan rutinitas yang belum tahu apa yang akan terjadi. Tetapi yang pasti phisik sudah siap kembali menjalani roda kehidupan dan pikiran telah terbuka, hilang rasa kantuk dan bersiap menuju tempat biasa untuk meraih mimpi dan angan, menggenggam harapan dengan kesungguhan.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat sehingga pagi menjelang siang begitu terasa hanya seakan kilat yang berkelebat dengan senyum simpul seorang sahabat, dan sebentar lagi saatnya menghadap dalam balutan kesucian air wudhu untuk bergegas memohon hidayah dan ridha dari Allah Azza Wajalla dalam suasana kekhusukan shalat jum’at.

Diluar sana…. Siang ini panas menyengat, mentari seolah mengerahkan seluruh kekuatan cahayanya tuk menggempur sang bumi yang semakin rapuh. Betapa kuatnya cahaya itu sehingga suasana begitu membungkam angan menghentak pikiran dan menyelusup ke semua relung terdalam dari aliran pemaknaan jiwa yang masih mencari asa… dan menjadi bagian suasana penggoda kepada insan manusia agar menumpuk keengganan dan mengurungkan niat untuk menunaikan shalat jum’at yang tentunya merupakan kewajiban bagi kaum muslimin.

Hampir saja daku tergoda…. Tetapi dengan sekuat kemampuan maka bergegaslah menggerakan seluruh kekuatan lahir dan batin menuju pelataran LIPI di Jalan sangkuriang Bandung dengan menahan rasa panas yang sedikit mebakar hatiku dan mengikis kemalasan untuk bergabung dengan manusia-manusia lain yang penuh antusiasme dan semangat berlomba mencari posisi yang tepat sehingga dapat mengikuti ibadah dengan tumaninah.

Mesjid At Taqwa Komplek LIPI Jalan Sangkuriang Bandung hampir penuh oleh jamaah dan setelah dengan bersabar mengantri untuk membasuh raga dan mengisi jiwa dengan air wudhu yang begitu sejuk dan tertata maka terasa bahwa hari ini semakin bermakna dan bersiap menundukan jiwa di rumah Sang Pencipta.

Ternyata… rasa panas yang tercipta dluar sana telah sirna, tergantikan dengan sejuknya hawa keislaman dan keindahan dalam mesjid yang asri ini. Sang mentari tertunduk dan tidak berani mengganggu lagi karena sama dengan seluruh manusia muslim di dunia untuk tunduk keharibaan-Nya dan terlarut dalam untaian makna shalat jumat siang ini.

Allahu Akbar…

gambar diambil dari http://ms.wikipedia.org/wiki/Matahari

11.51

Masalah1...

Masalah...
Oleh : Andrie K Wardana

Masalah atau problematika adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan, seperti saat ini istriku sakit katanya masuk angin jadi badan pegal-pegal dan agak flu. Harapan dan keinginan yang muncul adalah untuk segera balik kanan dan pulang karena kebetulan sekarang sedang berada di luar kota, kenyataannya ternyata kegiatan yang diikuti sudah fix acaranya karena sudah ada pemadatan sehingga dapat diselesaikan dengan cepat sementara jikalau ijin pulang mendahului maka kegiatan mungkin terganggu karena menjadi bagian dari dinamisator kelas sementara personil panitia memang terbatas secara kapasitas..... ini masalah.

bicara tentang masalah ternyata berdasarkan referensi orang bijak dan pengalaman pribadi maka tedapat 3 pilihan manakala menghadapi masalah yaitu :

1. Hadapi dan masalah tersebut selesai,
2. Hadapi dan masalah akan berkurang meskipun belum selesai
3. Hadapi meskipun agak gagal, tetapi kita sudah punya pengalaman untuk berusaha dan tinggal memperbaikinya.

jadi pilihannya hanya HADAPI, karena jika kita mencoba menghndari, yang terjadi adalah akan munculnya masalah dan beranak pinak menjadi masalah lain yang lebih besar dan lebih banyak.

kembali ke masalahku saat ini maka langkah pertama berdo'a kepada Allah Azza Wazala semoga istriku dilindungi dan segera sembuh dari sakitnya, langkah kedua adalah berusaha berkomunikasi dengan istriku meskipun harus pintar2 mengatur di sela-sela kegiatan yang sedang berlangsung, langkah ketiga berusaha menyelesaikan kgiatan segera mungkin dan segera mungkin pulang untuk menemani istriku.

satu hal yang diyakini bahwa kita masih menghadapi masalah berarti masih diberi kesempatan hidup menjalani untaian perjalanan yang kita tidak tahu seperti apa ke depannya, tetapi minimal kita berusaha untuk menyongsongnya dengan segala persiapan yang dapat dilakukan.. semoga cepat sembuh istriku.

21.31

Sentuhan Kesabaran

Sentuhan Kesabaran
Oleh : Andrie K Wardana

Senin pagi, semua orang seolah berlomba saling mengalahkan dan saling mendahului untuk mencapai tujuan. Ada yang berangkat , ke tempat kerja ataupun ketempat untuk berniaga yang tentunya dengan mengendarai sepeda, motor atau mobil tak ketinggalan juga yang menggunakan skuter (singkatan suku muter : kaki berputar ataupun pake Accord alias angkat cokord yang artinya mengangkat kaki), ada yang sendiri mengendarai tetapi ada juga yang diantar oleh saudara, kakak, adik, om, tanteu, mang, bibi, aki, nini, pacar, ipar dan bisa juga tetangga ataupun nebengers kepada tetangga dan saudara yang searah ke sekolah atau ke kantor.

Semua seolah fokus dengan tujuan masing-masing sehingga yang mencuat adalam aroma individualis, kepentingan masing-masing yang utama, bagaimana caranya sampai ditujuan masing-masing sebelum batas waktu yang telah ditentukan, akibatnya banyak norma, tata nilai dan aturan yang dilabrak dan tentunya tegangan emosi berada pada titik diatas rata-rata sehingga tidak jarang klakson saling bersahutan manakala ada angkot yang tiba-tiba berhenti untuk menanti dan menaikan penumpang ditambah dengan sumpah serapah dan beliak mata yang melotot seolah ingin keluar dari kelopaknya hanya untuk menunjukan kekesalan yang sbenarnya dibawah hitungan menit.

Ada yg berkomentar :”dasar sopir angkot nggak pernah sekolah, berhenti seenaknya”; ternyata terdengar oleh supir angkot dan ternyata langsung dijawab dengan lantang : “pa kalo sekolah bener nggak mungkinlah jadi sopir angkot”, dengan mata melotot, wuih serrem, dan hasilnya adalah dua hati manusia yang saling emosional dan tentu tidak menyelesaikan masalah serta antrean kemacetan tetap terjadi ditemani sahutan klakson dan sumpah serapah plus wajah cemberut seorang anak yang takut kesiangan di hari pertama masuk sekolah bersembunyi dibalik punggung kurus sang ayah.

Sungguh pemandangan yang biasa terjadi sehari-hari terutama dipagi hari menjelang dominasi masyarakat bergerak berpindah dari rumah menuju tempat kerja, sekolah dan tempat mencari nafkah serta aktifitas lainnya. Disini terlihat bahwa tantangan dan cobaan hidup yang sederhana ternyata telah dimulai dan tidak semua insan berhasil melewatinya sehingga dapat melewati kemacetan dan kesemrawutan ini dengan hati tenang, dada lapang dan pikiran senang. Karena prinsip dalam menghadapi kesemrawutan adalah : tetap tenang,tersenyum dan nikmati keadaan atau CSE (Cool, Smile and Enjoy) karena meskipun kita cemberut, marah dengan sumpah serapah dan tentunya emosi meningkat tidak akan mengubah keadaan tiba-tiba menjadi lancar dan teratur tetapi tetap saja kemacetan menghadang kita ditambah hati yang gundah gulana, maka disarankan tersenyum, tenang dan nikmati, insyaalloh kita dapat melewati keadaan semrawut dengan relax dan lebih berfikir untuk hal lain yang lebih positif. Esensi dari perilaku tersebut adalah sikap sabar.

Selamat menikmati kondisi yang ada…… is still cool, smile and enjoy dan rasakan bedanya.

09.23

AJI MUMPUNG

AJI MUMPUNG….. (hasil diskusi dan becanda dg Istriku...)

DIKALA KITA MEMBACA DAN MENDENGAR KATA “AJI MUMPUNG”…..

TERBERSIT SUATU PERSEPSI TENTANG TINGKAH LAKU ATAU TINDAKAN YANG KURANG BAIK
ALIAS ASAL ADA KESEMPATAN,
MAKA DIGUNAKAN UNTUK MELAKUKAN TINDAKAN YANG TIDAK TERPUJI…

PADAHAL KATA AJI MUMPUNG ITU BAGAIKAN ALAT ALIAS TOOLS… YANG TENTU TERGANTUNG SIAPA-BAGAIMANA-KAPAN AJI MUMPUNG TERSEBUT DIGUNAKAN.
SEMENTARA AJI MUMPUNG LEBIH BANYAK DILEKATKAN PADA :

- PERILAKU PEJABAT YANG MELAKUKAN PENYALAH GUNAAN WEWENANG (KKN)

- PEGAWAI YANG PAKAI FASILITAS KANTOR DILUAR KEGIATAN PRIBADI

- ARTIS SINETRON NYAMBI JADI PENYANYI

- ARTIS DAN AKTOR YANG JADI CALEG, DST

PADAHAL….
AJI MUMPUNG ADALAH BENTUK TINDAKAN SESEORANG YANG BISA MEMBACA FENOMENA DAN KESEMPATAN YANG ADA SERTA KEBERANIAN (... DAN KEMAMPUAN..???)
UNTUK MELAKUKAN SESUATU…

MUMPUNG ADA KESEMPATAN…
MUMPUNG MASIH MUDA….
MUMPUNG BELUM ADA KESIBUKAN LAIN….
MUMPUNG PUNYA DUKUNGAN DANA….
MUMPUNG POPULER….
MUMPUNG………. BUANYAK DECH,

YANG PASTI SETELAH MELAKUKAN AJI MUMPUNG, SESEORANG HARUS KONSEKWEN DAN BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP PERILAKU DAN TINDAKANNYA…

KARENA……….
HIDUP INI TERUS BERPUTAR, BERGERAK DENGAN DINAMIS DAN TIDAK DAPAT DITERKA…
DISITULAH KITA DIBERI KESEMPATAN UNTUK YAKIN DAN IMAN BAHWA ADA KEKUATAN YANG MAHA BESAR DAN TELAH MENGATUR SEMUANYA… YAITU ALLAH SUBHANAHU WATAALA.

(MUMPUNG LAGI SEPI… BUAT NOTE DI BLOG AHHH).